Polresta Padang Diduga Terlibat dalam Kasus Penyiksaan Anak, LBH Padang Minta Penyelidikan Mendalam

Padang, NAGAGG NEWS – Kejadian tragis mengguncang kota Padang akhir-akhir ini setelah seorang bocah berusia 13 tahun dilaporkan meninggal dunia dengan dugaan kuat akibat penyiksaan oleh anggota kepolisian. Insiden ini membuat gempar warga sekitar yang menuntut keadilan atas kasus yang menimpa korban yang identitasnya belum dipublikasikan ini. Informasi yang dihimpun NAGAGG NEWS dari sumber terpercaya menyebutkan bahwa korban ditemukan dalam kondisi kritis di kantor Polresta Padang pada Senin lalu.

Polresta Padang Diduga Terlibat dalam Kasus Penyiksaan Anak, LBH Padang Minta Penyelidikan Mendalam

Menurut pernyataan dari LBH Padang, kasus ini bukanlah yang pertama kali terjadi di wilayah Sumatra Barat terkait dugaan penyiksaan oleh aparat kepolisian. “Kami sangat prihatin dengan kasus ini dan menuntut agar pihak kepolisian segera mengusut tuntas serta menindak tegas pelaku jika terbukti bersalah,” ujar juru bicara LBH Padang dalam konferensi persnya. Organisasi ini telah menerima laporan dari keluarga korban yang menunjukkan bukti-bukti yang cukup kuat terkait adanya penggunaan kekerasan berlebihan yang dilakukan oleh petugas kepolisian.

Kapolresta Padang, dalam tanggapannya kepada NAGAGG NEWS, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden ini. “Kami mengambil serius setiap laporan mengenai dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota kami. Kami akan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak-pihak terkait untuk menjamin keadilan bagi semua pihak yang terlibat,” ungkap Kapolresta Padang.

Kasus ini juga menimbulkan reaksi keras dari masyarakat Padang yang mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Sejumlah aktivis dan kelompok advokasi hak asasi manusia mengadakan aksi damai di depan kantor Polresta Padang sebagai bentuk protes atas kasus ini. Mereka menuntut transparansi dan keadilan dalam penanganan kasus ini agar tidak terulang di masa depan.

Dalam perkembangan terbaru, Gubernur Sumatra Barat juga memberikan pernyataan bahwa pihaknya akan mengawal proses hukum yang berjalan agar keadilan dapat ditegakkan dengan baik. “Kami meminta agar proses hukum ini berjalan secara adil dan transparan demi kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian,” ujar Gubernur dalam konferensi persnya.

Sejumlah anggota DPRD Sumatra Barat juga telah menanggapi kasus ini dengan menyuarakan keprihatinan mereka. Mereka menekankan perlunya penegakan hukum yang adil serta perlindungan terhadap hak asasi manusia dalam setiap kondisi. “Kami akan memastikan bahwa masalah ini tidak hanya selesai dalam pembicaraan, tetapi juga dalam tindakan nyata untuk melindungi masyarakat dari penyalahgunaan kekuasaan,” tegas salah satu anggota DPRD.

Penemuan jasad A M
Penemuan jasad A M

Dalam penutupan kasus ini, masyarakat Padang berharap agar kasus penyiksaan yang menimpa bocah 13 tahun ini dapat menjadi momentum bagi perbaikan sistem kepolisian agar lebih humanis dan mengutamakan hak asasi manusia dalam setiap tindakan penegakan hukum. Mereka menantikan hasil penyelidikan yang transparan dan proses hukum yang adil sebagai bentuk keadilan bagi korban dan keluarganya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *